Bukan Ronaldo, tapi Petr Cech yang Bakal Jadi Perbaikan Pertama FIFA 19

Electronic Arts (EA) yang adalah pengembang permainan olahraga FIFA 19 pada akhirnya menjawab cibiran soal pelindung kepala yang dipakai oleh Petr Cech.

Ya, Cech malah jadi sorotan utama di dalam peningkatan yang dikerjakan kepada game FIFA 19 dan bukannya sang penghias cover, Cristiano Ronaldo.

Bukan sebab statistik yang salah ataupun yang lain, melainkan pelindung kepala yang sering dipakai Petr Cech.

Beberapa gamer yang menyesal dengan penampilan Petr Cech yang disebut tidak begitu realistik kala adegan tawar menawar kesepakatan kontrak di dalam mode karier (career mode).

Di dalam adegan potongan itu, Petr Cech terus ditunjukan memakai pelindung kepala walau saat sedang duduk dengan agennya di dalam negosiasi.

Padahal penjaga gawang asal Republik Ceska ini seringkali nampak melepaskan pelindung kepalanya kala tak ada di atas lapangan.

Kesalahan itu juga jadi viral di jagat maya. Apalagi karena dikomentari dengan cara langsung oleh kiper Arsenal itu.

EA cepat bergerak memberikan tanggapan kesalahan itu.

Peningkatan langsung dirilis di dalam paket update baru serta yang perdana untuk FIFA 19.

EA malahan menambahkan dasi merah di setelan yang digunakan oleh Cech kala potongan adegan itu mengingat tuntutan yang langsung disampaikan oleh kiper Arsenal itu.

Alasan-Alasan Juventus Merelakan Paul Pogba

Paul Pogba kelihatannya berada di ambang bergabung dengan Manchester United. Kabar yang nyaring beredar mengatakan bahwa dalam beberapa hari ke depan, Pogba bakal resmi keluar dari Juventus menuju Old Trafford dengan nilai yang akan memecahkan rekor pemindahan dunia. Pogba pribadi dikatakan sudah bertemu dengan petugas Manchester United dan terlihat senang dalam liburan musim panasnya di Miami serta menanti untuk finalisasi transfernya jelang mengikuti tes medis.

  • Kemampuan Adaptasi Taktik. Azzurri ialah tempat berkelas di dunia untuk merepresentasikan beragam peran dan taktik di atas rumput hijau, misalnya yang telah mereka perlihatkan pada Euro 2016 lalu. Juventus tidak berbeda. Conte sungguh telah menyiapkan pondasi kuat selama waktunya di Juventus, dan Massimiliano Allegri membuktikan jika dia merupakan coach yang cerdik. Juventus sudah lama terkenal sebagai pengusung strategi 3-5-2 modern dan disupport pemain yang sanggup memainkannya dengan amat fasih. Tetapi mereka juga sanggup bermain berganti jadi 4-3-3 atau 4-3-1-2 dengan luar biasa gampang. Mereka mempunyai para pesepakbola dengan mutu kecerdasan mumpumi untuk bermain di sejumlah posisi.
  • Miralem Pjanic. Playmaker asal Bosnia terebut merupakan satu orang yang bisa menjadi alasan bagi Bianconeri untuk tak terlalu galau dengan sumbangan Pogba dalam hal penyerangan. Pjanic mempunyai jumlah assist yang serupa dengan Pogba, 12 assist malah dirinya memiliki 2 gol lebih banyak dari Pogba. Dengan 10 gol dan 12 assist, Pjanic satu-satunya pemain yang mempunyai catatan 2 digit untuk gol dan assist di liga, dan mutu serta konsistensinya sekalipun tidak perlu diragukan. Pjanic pun luar biasa untuk perkara bola-bola mati, nyaris menyamai akurasi punya Andrea Pirlo. Pogba memang penting dalam free kick, namun masih musti belajar banyak, sedangkan Pjanic telah menjadi maestro.
  • Demi Rekor Transfer Termahal. Harga transfer pesepakbola terus bertambah di tiap musim. Siapa duga jika tim saat ini harus bayar hingga 40-50 juta Pounds demi memperoleh pemain muda seperti Leroy Sane dan Raheem Sterling. Malah biaya pemain muda yang lainnya seperti Renato Sanches dan Anthony Martial masih tetap memicu perselisihan apakah sungguh layak dipatok dengan harga selangit. Hal yang serupa juga berfungsi bagi Pogba. Saat ini Pogba masuk didalam jajaran pesepakbola terbaik dunia. Namun apakah performanya akan selalu mendaki di masa yang akan datang masih tetap menjadi misteri, lantaran bisa jadi sekarang merupakan puncak bermain paling baik Pogba.

Baca juga: Gaya Tendangan Rene Higuita

  • Sudah Melemahkan Lawan. Dengan kehadiran Pjanic dari AS Roma dan Gonzalo Higuain dari Napoli, Juventus sudah memboyong pemain berkelas dari kedua tim yang season lalu ada tepat berurutan di belakang mereka. Dengan 2 klub Milan yang tetap berkutat di hal2 yang berkaitan dengan manajemen klub, Juventus tetap terlihat seperti populer juara Serie A dengan atau tidak ada Paul Pogba. Jarak mutu dari kedalama skuad antara Juventus dan tim lainnya sudah sangat jauh, dan walaupun tanpa Pogba, nama-nama yang mereka boyong dari musuh menjadikan kualitas Juventus bakal tetap terjaga, kemudian para rival akan agak lemah.
  • Menjaga Rasa Lapar. Atas kepergian pesepakbola seperti Andrea Pirlo, Arturo Vidal, Carlos Tevez, Juventus telah sanggup membuktikan diri jika mereka masih tetap bermutu dan kokoh serta memperlihatkan tetap memiliki rasa lapar untuk berhasil. Dan bila Pogba pun pergi, keberangkatan satu pemain besar dari skuad Juventus tak akan berpengaruh pada skuad keseluruhan. Dan nama-nama seperti Higuain, Pjanic serta Pjaca adalah para pesepakbola yang lapar akan sebuah gelar.

Gaya Tendangan Kalajengking Khas Rene Higuita

Jose Rene Higuita Zapata maupun yang kebanyakannya banyak yang menyebutnya hanya dengan sebutan nama tengahnya, Rene Higuita lahir di Medellin, Kolombia. Rene Higuita bisa disebut sebagai mantan penjaga gawang tim nasional sepakbola Kolombia yang amat terkenal dengan motif permainan sweepernya, Higuita kerap meninggalkan gawangnya tuk membantu barisan serangan ke daerah lawan. Bila Anda masih mendapati kesulitan pun dalam mengingat karakter ini, maka tentu Anda tak akan pernah lupa dengan adanya buatan Scorpion Kick alias tendangan kalajengking yang selaku salah satu ciri khas dari Higuita. Yup, dalam salah satu laga persahabatan tim nasional Kolombia yang dihadapkan pada Inggris di tahun 1995, Higuita dengan cara sengaja mengekspos gaya gerakan akrobatik yang mungkin dipastikan bakal selalu diingat oleh semua orang para pecinta sepakbola sepanjang sejarah.

Rene Higuita

Bagaimana tidak, berawal akan menangkap bola, menepis, maupun mengeblok bola dengan memakai tangan, Higuita justru menyeleksi memblok bola dengan langkah yang tak biasa digunakan oleh kebanyakan penjaga gawang. Higuita menghempaskan bola tendangan Jamie Redknapp meluncur melintasi atas kepalanya. Dan akhirnya , Higuita membuat lompatan sembari menekuk kedua kakinya ke sisi belakang. Dan hasilnya pula, bola kena kakinya hingga terpental menjauhi arah darigawang. Sejak Higuita menjalankan aksi tersebut, Higuita selaku bahan pembicaran di kalangan para pecinta sepakbola di dunia.

Tetapi, kebiasaan Higuita yang kerap keluar dari zona pertahanannya sendiri, bahkan membuahkan tragedi bagi dirinya sendiri di satu waktu. Pada pertemuan Piala Dunia 1990, Kolombia sukses maju ke partai Perdelapan Final tuk kemudian berhadapan pada lawannya yang berasa dari benua afrika, Kamerun. Saat itu, Higuita lagi-lagi nekat melaju tuk ke bagian depan. Lalu Malapetaka pun hadir ketika bola yang Higuita bawa rupanya berhasil diambil oleh striker Kamerun, Roger Milla. Dan tidak ada kesulitan yang mempunyai arti, Roger Milla dengan tenangnya menjebloskan bola ke dalam gawang Higuita yang sama betul tak terkawal oleh pemain timnas kolombia. Dan kekalahan itu sekaligus memupuskan harapan timnas Kolombia tuk maju ke partai perempat final.

Terlepas dengan seluruh kejadian itu, Higuita dulunya pernah dinobatkan sebagai penjaga gawang yang mempunyai torehan mencetak gol sangat banyak ke-4 di seantero dunia dengan prestasi hingga 41 gol. Nama Higuita pula tercatat di dalam posisi peringkat ke 8 sebagai penjaga gawang terbaik sepanjang sejarah dunia olahraga sepakbola oleh International Federation of Football History & Statistics atau disingkat IFFHS di benua Amerika Selatan. Hidup pribadi Higuita diluar lapangan hijau juga diwarnai dengan banyaknya kontroversi seperti diatas lapangan. Higuita pula pernah dijebloskan ke dalam penjara karena dirinya terlibat kedalam kasus penculikan yang mengakibatkan terseretnya 2 nama-nama mafia obat bius paling besar di Kolombia yakni Pablo Escobar serta Carlos Molina. Akibatnya kasus didalam hukum tersebut, Higuita saat ini tak bisa lagi berlaga memperkuat timnas sepakbola Kolombia di gelaran gengsi Piala Dunia 1994.

Pria yang pun berteman begitu akrab pada legenda sepakbola asal Argentina yang juga pernah menuai kontroversi di atas lapangan, Diego Maradona itu, sebelumnya pun pernah memelakoni 2 – 3 kali operasi plastik di tahun 2005. Hasil dari keputusan dia itu tentunya jadi bahan pembicaraan di golongan para fansnya. Banyak yang mensupport, namun tidak sedikit juga yang membuat kritikan tentang perlakuan kepada dirinya ini. Higuita akhirnya gantung sepatu di umurnya yang ke-43 tahun, lebih tepatnya bulan Januari tahun 2010. Berita selengkapnya dapat anda lihat di situs bandar judi bola online ini melalui halaman berita bolanya,